‘Pabila Cinta Datang…
Pasti Karena Malaikat Cinta Yang Melesatkan Anak Panahnya Pada Hati 2 Sejoli Yang Kemudian Saling Mecinta…
Lalu Apa Yang Khan Terjadi Pabila Cinta Datang Tanpa Adanya Malaikat Cinta…?!
Dan Pabila Rindu Datang Menjelang…
Apa Yang Khan Terjadi?
Akankah Mendustai Perasaan Diri Sendiri?
Ataukah Menyadari Apa Yang Sebenarnya Terjadi Pada Perasaan Itu?
Perasaanyang Di Mana Hanya Bisa Di Mengerti Oleh Dua Sejoli Yang Sudah Ditakdirkan Dan Tak Khan Terpisahkan Lagi Walau Hanya Untuk Sekejap Saja…
Tapi Mengapa Saat Kebimbangan Datang Menghampiri, Perasaan Ini Tak Bisa Tetap Kukuh Pada Apa Yang Telah Ditentukan Oleh Hati Kecil Ini Sebelum Mengenal Apa Itu Cinta?
Saat Belum Mengenal Apa Itu Rindu?
Dan Apakah Di Dunia Ini Sudah Tidak Ada Lagi Malaikat Yang Menjaga Kesucian Cinta?
Apakah Di Dunia Ini Sudah Tak Ada Lagi Malaikat Yang Menjaga Ketulusan Cinta?
Apakah Di Dunia Ini Sudah Tidak Ada Lagi Malaikat Yang Menjaga Kemurnian Cinta Dua Sejoli Yang Sudah Ditakdirkan?
Semua Tanya Yang Ada Tak Pernah Ada Jawabnya.
Tapi Yakinlah Bahwa Semua Itu ‘Khan Ada Jawabnya Pabila Kisah Kecil Mengenai Cinta Ini Telah Menemui Akhirnya.
Dimana Dua Sejoli Itu Akan Bersatu Dan Tak Akan Pernah Lagi Terpisahkan Untuk Selamanya…
Shieldz Is Vhie
Just Wanna Share You What's On My Mind
Senin, 12 Juli 2010
Minggu, 11 Juli 2010
Chat 12 Desember 2009
Curhatan zaman jadul. Nggak usah terlalu di bahas. Just read & enjoy the atmosphere...
--------------------------------------------------------------
Terkadang ada orang yg lebih mencintai kesendirian daripada keramaian…
Terkadang ada orang yg lebih menyukai diam daripada bicara…
Namun bagaimana jika ada orang yg lebih mencintai keramaian tapi selalu berada dalam kesendirian…
Namun bagaimana jika ada orang yg ingin bicara namun selalu terjebak dalam diam…
Adakah kau mengerti perasaan itu?
Adakah kau merasakan adanya ia?
Adakah kau tahu kalau itu benar-benar ada?
Bukannya ia sombong…
Bukannya ia keras kepala…
Bukannya ia egois…
Bukannya ia seperti yg kau pikirkan…
Namun terkadang ada beberapa hal yg tak bisa meluncur bebas dari mulutnya yg suka kau nilai bermulut tajam itu…
Karena kadang lidahnya kelu utk mengungkapkan apa yg ada dalam hatinya…
Karena kadang dia tidak ingin melukai orang yg mereka nilai telah melukai mereka lebih dalam…
Karena kadang dia memang tak pandai merangkai kata dgn mulutnya…
Karena kadang dia lebih suka merangkai kata dgn tulisan yg dinilai bisa lebih menerima apapun yg dia katakan & tanyakan walau dia tahu media yg dia gunakan tidak bisa menanggapi atau pun menjawab semua kata & tanyanya…
Karena kadang ia tak selalu sama dgnmu…
Karena kadang walau dia selalu berusaha menyesuaikan diri dgn lingkungannya, dia selalu merasa tidak diterima…
Karena kadang dia selalu merasa tidak pantas berada didekatmu atau siapapun…
Karena kadang itulah yg diajarkan padanya…
Karena kadang itulah sikap yg selalu dia lihat dari keluarganya…
Hingga dia tidak tahu…
Hingga dia tidak peka…
Hingga dia buta…
Hingga dia tuli…
Hingga dia tak mengerti dgn apa yg sebenarnya terjadi…
Dia selalu saja bertanya…
Kenapa dia seperti ini…
Kenapa dia seperti itu…
Kadang dia selalu iri…
Ingin seperti orang lain…
Ingin sepertimu…
Namun ia sadar, ia tak bisa…
Karena jaraknya & kau terlalu jauh…
Karena latar belakangnya & kau terlalu jauh berbeda…
Karena pola pendidikan yg diterapkan keluarganya & kau berbeda…
Karena terlalu banyak perbedaan yg tak bisa dia ungkapkan & lebih memilih utk memendamnya karena dia tak pernah tahu akan pada siapa ia mengungkapkan semua keresahan hatinya karena ia sudah tak memiliki rasa kepercayaan pada orang setelah rasa percayanya dikhianati oleh temannya yg lain…
Dan apakah kau mengerti?
Dan apakah kau bisa merasakannya?
Dan apa yg kau katakan apabila kau tahu apa yg sebenarnya terjadi padanya…
Dan apa yg kau pikirkan apabila kau tahu apa yg sebenarnya terjadi padanya…
Masihkah kau berpikir kalau ia tak pernah mau mengerti semua tentangmu?
Masihkah kau berpikir kalau ia tak punya perasaan saat ia menyakiti hatimu?
Masihkah kau berpikir kalau hatinya terbuat dari batu saat kau menilainya telah mengkhianati persahabatannya denganmu?
Masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat ia lebih memilih kesendirian daripada kembali bersamamu atau bersama yg lain hanya utk menyakiti hatimu lagi utk ke sekian kalinya?
Masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat ia lebih memilh menutup pintu hatinya & tak terlalu dekat dgn orang lain jika hal yg sama akan terjadi kembali pada orang yg disayanginya bagai saudara sendiri itu?
Masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat dia lebih memilih mati daripada terus menerus mendengar kau & orang-orang yg selalu kau sebut sahabatmu selalu menyudutkannya padahal dia tak menyudutkanmu karena dia menyayangimu?
Masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat dia lebih memilih diam & menjauhi orang lain daripada melihatmu membicarakan kesalahannya pada semua orang yg kau kenal?
Dan masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat dia memilih membunuh dirinya sendiri daripada melihatmu & orang-orang yg kau anggap sahabatmu itu terluka lagi karenanya?
--------------------------------------------------------------
Terkadang ada orang yg lebih mencintai kesendirian daripada keramaian…
Terkadang ada orang yg lebih menyukai diam daripada bicara…
Namun bagaimana jika ada orang yg lebih mencintai keramaian tapi selalu berada dalam kesendirian…
Namun bagaimana jika ada orang yg ingin bicara namun selalu terjebak dalam diam…
Adakah kau mengerti perasaan itu?
Adakah kau merasakan adanya ia?
Adakah kau tahu kalau itu benar-benar ada?
Bukannya ia sombong…
Bukannya ia keras kepala…
Bukannya ia egois…
Bukannya ia seperti yg kau pikirkan…
Namun terkadang ada beberapa hal yg tak bisa meluncur bebas dari mulutnya yg suka kau nilai bermulut tajam itu…
Karena kadang lidahnya kelu utk mengungkapkan apa yg ada dalam hatinya…
Karena kadang dia tidak ingin melukai orang yg mereka nilai telah melukai mereka lebih dalam…
Karena kadang dia memang tak pandai merangkai kata dgn mulutnya…
Karena kadang dia lebih suka merangkai kata dgn tulisan yg dinilai bisa lebih menerima apapun yg dia katakan & tanyakan walau dia tahu media yg dia gunakan tidak bisa menanggapi atau pun menjawab semua kata & tanyanya…
Karena kadang ia tak selalu sama dgnmu…
Karena kadang walau dia selalu berusaha menyesuaikan diri dgn lingkungannya, dia selalu merasa tidak diterima…
Karena kadang dia selalu merasa tidak pantas berada didekatmu atau siapapun…
Karena kadang itulah yg diajarkan padanya…
Karena kadang itulah sikap yg selalu dia lihat dari keluarganya…
Hingga dia tidak tahu…
Hingga dia tidak peka…
Hingga dia buta…
Hingga dia tuli…
Hingga dia tak mengerti dgn apa yg sebenarnya terjadi…
Dia selalu saja bertanya…
Kenapa dia seperti ini…
Kenapa dia seperti itu…
Kadang dia selalu iri…
Ingin seperti orang lain…
Ingin sepertimu…
Namun ia sadar, ia tak bisa…
Karena jaraknya & kau terlalu jauh…
Karena latar belakangnya & kau terlalu jauh berbeda…
Karena pola pendidikan yg diterapkan keluarganya & kau berbeda…
Karena terlalu banyak perbedaan yg tak bisa dia ungkapkan & lebih memilih utk memendamnya karena dia tak pernah tahu akan pada siapa ia mengungkapkan semua keresahan hatinya karena ia sudah tak memiliki rasa kepercayaan pada orang setelah rasa percayanya dikhianati oleh temannya yg lain…
Dan apakah kau mengerti?
Dan apakah kau bisa merasakannya?
Dan apa yg kau katakan apabila kau tahu apa yg sebenarnya terjadi padanya…
Dan apa yg kau pikirkan apabila kau tahu apa yg sebenarnya terjadi padanya…
Masihkah kau berpikir kalau ia tak pernah mau mengerti semua tentangmu?
Masihkah kau berpikir kalau ia tak punya perasaan saat ia menyakiti hatimu?
Masihkah kau berpikir kalau hatinya terbuat dari batu saat kau menilainya telah mengkhianati persahabatannya denganmu?
Masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat ia lebih memilih kesendirian daripada kembali bersamamu atau bersama yg lain hanya utk menyakiti hatimu lagi utk ke sekian kalinya?
Masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat ia lebih memilh menutup pintu hatinya & tak terlalu dekat dgn orang lain jika hal yg sama akan terjadi kembali pada orang yg disayanginya bagai saudara sendiri itu?
Masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat dia lebih memilih mati daripada terus menerus mendengar kau & orang-orang yg selalu kau sebut sahabatmu selalu menyudutkannya padahal dia tak menyudutkanmu karena dia menyayangimu?
Masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat dia lebih memilih diam & menjauhi orang lain daripada melihatmu membicarakan kesalahannya pada semua orang yg kau kenal?
Dan masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat dia memilih membunuh dirinya sendiri daripada melihatmu & orang-orang yg kau anggap sahabatmu itu terluka lagi karenanya?
Cuma si Aa doang
Zaman jadul (sebenernya ga jadul-jadul amat sih), ada kakak sepupu V yg mo tunangan. Nah, tunangannya itu di rumah V yg ga kepake. En kebeneran yg ngedandanin tuh kakek ma bibi V. Pas make up-nya dah beres, V pun nanya ma sodara V itu.
V : Dhe, ntar kalo merit jangan pake kacamata, ya.
Bibi : Ya, iyalah. Masa mo merit pake kacamata.
V : Bi, Minusnya 5.
Bibi : Oh, sorry.
Ga lama, acara tunangan pun di mulai. Pas selesai, sodara-sodara v yg ngumpul pun mulai ngerubungin sepasang sejoli itu, nggak ketinggalan V tentunya. Dan disana ada adhe sepupu V yg dah merit duluan ngajak ngobrol, sedang V jadi pendengar aza.
Adhe Sepupu : Dhe, pas tadi yg keliatan siapa aza? (Dia matanya normal. Ga kayak V ma kakak sepupu V)
Kakak Sepupu : Cuma si Aa doang. (Innocent)
Adhe Sepupu : Serius loe?
Kakak Sepupu : (Ngangguk innocent) He-eh.
Adhe Sepupu : Mangnya si uwa ga keliatan?
Kakak Sepupu : Nggak (Masih Innocent)
Adek Sepupu : (Bengong sejenak kemudian ketawa)
V : (Pasang muka polos padahal dalam hati dah ketawa ngakak)
Iyalah cuma calon suaminya doang yg keliatannya soalnya badannya itu tinggi besar. Sementara orang tua ma calon mertuanya badannya ga sebesar si cang calon suami. Dan inget minus parah yg dideritanya, membuatnya harus make kacamata usai acara tunangannya karena buat ngambil minum aza dia lumayan kesusahan. Matanya sampe sipit-sipit ga jelas cuma buat nyari benda bening yg diisi ma air itu.
Poor her.
V : Dhe, ntar kalo merit jangan pake kacamata, ya.
Bibi : Ya, iyalah. Masa mo merit pake kacamata.
V : Bi, Minusnya 5.
Bibi : Oh, sorry.
Ga lama, acara tunangan pun di mulai. Pas selesai, sodara-sodara v yg ngumpul pun mulai ngerubungin sepasang sejoli itu, nggak ketinggalan V tentunya. Dan disana ada adhe sepupu V yg dah merit duluan ngajak ngobrol, sedang V jadi pendengar aza.
Adhe Sepupu : Dhe, pas tadi yg keliatan siapa aza? (Dia matanya normal. Ga kayak V ma kakak sepupu V)
Kakak Sepupu : Cuma si Aa doang. (Innocent)
Adhe Sepupu : Serius loe?
Kakak Sepupu : (Ngangguk innocent) He-eh.
Adhe Sepupu : Mangnya si uwa ga keliatan?
Kakak Sepupu : Nggak (Masih Innocent)
Adek Sepupu : (Bengong sejenak kemudian ketawa)
V : (Pasang muka polos padahal dalam hati dah ketawa ngakak)
Iyalah cuma calon suaminya doang yg keliatannya soalnya badannya itu tinggi besar. Sementara orang tua ma calon mertuanya badannya ga sebesar si cang calon suami. Dan inget minus parah yg dideritanya, membuatnya harus make kacamata usai acara tunangannya karena buat ngambil minum aza dia lumayan kesusahan. Matanya sampe sipit-sipit ga jelas cuma buat nyari benda bening yg diisi ma air itu.
Poor her.
Sabtu, 10 Juli 2010
Sanggup Ga Nikah
Kemaren tuh V di suruh buat ngisi form identitas siswa punya adhe V yg ceritanya taon ini mo sekolah di SMA V dulu. Sebelumnya V daftar ke SMA tuh di kolektifin ma sodara V yg ngerangkap jadi guru. jadi V ga tahu kalo harus ngisi form kayak gitu.
Nah, di form itu ada satu pertanyaan yg bikin V ma Mama ketawa terbahak-bahak bacanya. Mungkin pertanyaannya emang serius. Banget malah. Tapi yg bikin V ma Mama ketawa adalah nginget umur adhe V itu. V pun ngebahas pertanyaan itu ma Mama.
V : "Ma, ada pertanyaan aneh nih."
Mama : "Apa?"
V : "Katanya apa siswa/i sanggup untuk tidak menikah selama proses pendidikan berlanjut."
Delay bentar.
V : "Gimana nih, Ma? Coretnya yg sanggup atau yg tidak sanggup nih." (Sambil nahan ketawa. Sok nanya, padahal dah tahu jawabannya apa)
Mama : (Senyum-senyum geje karena nahan ketawa)
V : "Ma, coret yg mana?" (Still nahan ketawa)
Mama : (Senyum gejenya makin kentara. Udah mulai ga bisa nahan ketawa lagi)
Adhe V : "Minggu..."
Tiba-tiba adhe V nongol dari atas & langsung bilang kayak gitu. Kontan V + Mama langsung ketawa ngakak ngedenger jawabannya itu. Sampe meja makan yg jadi alas tulis, V pukul-pukul saking nggak bisa nahan ketawa. Dia pun bingung.
Adhe V : "Pada kenapa sih? kok ketawa gitu?" (sambil nahan ketawa karena ngeliat kita ketawa geje)
V : "Ma, katanya si Becky (panggilan V ke adhe V) mo kawin hari minggu ntar." (sambil ketawa ngakak)
Mama : "He-eh. Kawinin aja ntar minggu."
Adhe V : "Apa sih ngebahas kawin-kawin? Siapa yg mo kawin?"
V (nunjuk ke adhe V) : "Elo."
Adhe V : "Hah?! Gue?! Maksud Loe?"
V pun ngejelasin pangkal masalahnya. Akhirnya dia pun ikut ketawa, walo ga ngakak kayak V ma Mama V.
V : "Jadi yg di coret yg sanggup, ya? jadi jawabannya ga sanggup soalnya ntar minggu mo kawin katanya." (senyum jahil yg diamini Mama)
Adhe V : "Teteh!!!"
Dan V ma Mama pun ngakak bareng lagi.
Nah, di form itu ada satu pertanyaan yg bikin V ma Mama ketawa terbahak-bahak bacanya. Mungkin pertanyaannya emang serius. Banget malah. Tapi yg bikin V ma Mama ketawa adalah nginget umur adhe V itu. V pun ngebahas pertanyaan itu ma Mama.
V : "Ma, ada pertanyaan aneh nih."
Mama : "Apa?"
V : "Katanya apa siswa/i sanggup untuk tidak menikah selama proses pendidikan berlanjut."
Delay bentar.
V : "Gimana nih, Ma? Coretnya yg sanggup atau yg tidak sanggup nih." (Sambil nahan ketawa. Sok nanya, padahal dah tahu jawabannya apa)
Mama : (Senyum-senyum geje karena nahan ketawa)
V : "Ma, coret yg mana?" (Still nahan ketawa)
Mama : (Senyum gejenya makin kentara. Udah mulai ga bisa nahan ketawa lagi)
Adhe V : "Minggu..."
Tiba-tiba adhe V nongol dari atas & langsung bilang kayak gitu. Kontan V + Mama langsung ketawa ngakak ngedenger jawabannya itu. Sampe meja makan yg jadi alas tulis, V pukul-pukul saking nggak bisa nahan ketawa. Dia pun bingung.
Adhe V : "Pada kenapa sih? kok ketawa gitu?" (sambil nahan ketawa karena ngeliat kita ketawa geje)
V : "Ma, katanya si Becky (panggilan V ke adhe V) mo kawin hari minggu ntar." (sambil ketawa ngakak)
Mama : "He-eh. Kawinin aja ntar minggu."
Adhe V : "Apa sih ngebahas kawin-kawin? Siapa yg mo kawin?"
V (nunjuk ke adhe V) : "Elo."
Adhe V : "Hah?! Gue?! Maksud Loe?"
V pun ngejelasin pangkal masalahnya. Akhirnya dia pun ikut ketawa, walo ga ngakak kayak V ma Mama V.
V : "Jadi yg di coret yg sanggup, ya? jadi jawabannya ga sanggup soalnya ntar minggu mo kawin katanya." (senyum jahil yg diamini Mama)
Adhe V : "Teteh!!!"
Dan V ma Mama pun ngakak bareng lagi.
Selasa, 22 Juni 2010
The Funny Door Part 1
Ada beberapa kejadian yg cukup lekat dalam ingatan Vhie soal pintu rumah, baik gerbang ato pintunya sendiri. Ya, lumayanlah buat di share. En here this...
Dulu V sekolah di MTS, otomatislah V pake rok panjang. Dan saban hari, waktu itu hari sabtu en di skul ada rapat, jadilah V pulang cepet. Begitu nyampe rumah, damn! Pintu gerbang dikunci. Pasti Mama lagi pergi. Mana ga ngasih tahu lagi kemana. Ya dah, V pun ngacir ke rumah uwa V, ngambil kunci yg mang suka dititipin ke beliau kalo mama pergi. Ternyata ga ada. Uwa pun ga tahu mama kemana waktu itu. V cuma ber-oh ria.
V pun balik lagi. Dengan secercah harapan, V gedor-gedor tu pintu gerbang sambil tereak-tereak. Ga ada jawaban. Aneh, padahal setahu V orang yg katanya jadi kepala keluarga selalu ada tiap hari sabtu coz kantor tempat dia kerja libur. Capek tereak-tereak ma ngegedor-gedor gerbang, V pun ke rumah tetangga yg anaknya tuh temen kecil V. Tereak-tereak lagi, akhirnya sang anak muncul.
"Da pa, V? Tumben jam segini dah nongol?"
"Ki, lu punya celana panjang, ga? V pinjem bentar dong. Bentar za."
Dan setelah ngobrak-ngabrik lemarinya, ketemu deh tuh celana.
"Mangnya lu mo ngapain pinjem celana panjang segala?" tanya si Kiki, anak tetangga itu. (PS: Dia tuh anak cowok. Umurnya beda 3-4 tahunan)
"Gue mo manjat." jawab V spj (singkat, padat, jelas) dari kamar mamanya 'coz lagi make tuh celana.
"manjat kemana?"
"ke rumah gue."
si Kiki pun shock. "Manjat? Lu gila apa? Pake rok itu? Lagian rumah lo khan pinggir jalan gede, rame lagi. Ntar gimana kalo ada yg mergokin lo?"
v pun keluar. "makanya gue pinjem celana & butuh bantuan lo."
"bantuan gue?"
"Iya." jawab V sambil nyeret si Kiki. "Lu tunggu sini. Lu liat kiri kanan. Jangan sampe ada yg ngeliat gue. Lu ngerti?" perintah V.
"Eh, V. Lu beneran mo manjat, nih?" tanyanya begitu V naik ke tembok bak kecil yg bersebelahan ma tembok halaman rumah v.
"Iya lah. Makanya lu jaga yg bener sana."
Untungnya jalan lagi sepi en ga da yg lewat, jadi V bisa manjat dengan tenang. Setelah mendarat dengan selamat, V pun ngebersihin rok V.
"thanks ya, ki. Ntar celananya gue balikin."
"Ya. Untung za ga da yg mergokin lo. Kalo iya, pasti lo dah disangka maling."
V pun ngacir ke rumah setelah nyengir dulu ma si kiki. Bener juga yg dibilang si kiki. Kalo ga, abis dah V digebukin masa. Padahal V kan dikenal sebagai anak baik *jangan nyuri trademark tobi! Tobi akatsuki pun ngamuk. V cuma nyengar-nyengir geje*. Mau ditaro dimana muka V ntar.
Sambil mikir kayak gitu, V pun ngeraih knop pintu. Dan ternyata sodara-sodara, PINTUNYA GA DIKUNCI!
Dgn terheran-heran, V pun masuk terus naek ke lantai 2, dimana kamar V berada. Dan mata V serasa mo loncat begitu ngeliat ruang keluarga yg ada di depan kamar V.
"Bapak ngapain?" tanya V cengo ngeliat bapak v yg lagi nonton tv.
"Nonton tv."
"Terus kenapa gerbang dikunci?"
"Ya, sengaja. biar orang ga sembarangan masuk."
"Tadi denger ga V ngegedor gerbang sambil tereak-tereak?"
"Mang tadi bangun jam berapa?"
"jam 9."
V pun muterin kepala V, ngeliat jam dinding. Jam 11.
V pulang dari skul jam 9. Paling 20 menitan dah nyampe rumah. Ke rumah uwa paling 5 menit. Baru gedar-gedor sambil tereak-tereak kayak yg kesetanan. Dan diliat dari keadaannya, ni orang kayaknya belom mandi.
Terus ngapain V tadi tereak-tereak sampe pita suara nyaris putus?
Dulu V sekolah di MTS, otomatislah V pake rok panjang. Dan saban hari, waktu itu hari sabtu en di skul ada rapat, jadilah V pulang cepet. Begitu nyampe rumah, damn! Pintu gerbang dikunci. Pasti Mama lagi pergi. Mana ga ngasih tahu lagi kemana. Ya dah, V pun ngacir ke rumah uwa V, ngambil kunci yg mang suka dititipin ke beliau kalo mama pergi. Ternyata ga ada. Uwa pun ga tahu mama kemana waktu itu. V cuma ber-oh ria.
V pun balik lagi. Dengan secercah harapan, V gedor-gedor tu pintu gerbang sambil tereak-tereak. Ga ada jawaban. Aneh, padahal setahu V orang yg katanya jadi kepala keluarga selalu ada tiap hari sabtu coz kantor tempat dia kerja libur. Capek tereak-tereak ma ngegedor-gedor gerbang, V pun ke rumah tetangga yg anaknya tuh temen kecil V. Tereak-tereak lagi, akhirnya sang anak muncul.
"Da pa, V? Tumben jam segini dah nongol?"
"Ki, lu punya celana panjang, ga? V pinjem bentar dong. Bentar za."
Dan setelah ngobrak-ngabrik lemarinya, ketemu deh tuh celana.
"Mangnya lu mo ngapain pinjem celana panjang segala?" tanya si Kiki, anak tetangga itu. (PS: Dia tuh anak cowok. Umurnya beda 3-4 tahunan)
"Gue mo manjat." jawab V spj (singkat, padat, jelas) dari kamar mamanya 'coz lagi make tuh celana.
"manjat kemana?"
"ke rumah gue."
si Kiki pun shock. "Manjat? Lu gila apa? Pake rok itu? Lagian rumah lo khan pinggir jalan gede, rame lagi. Ntar gimana kalo ada yg mergokin lo?"
v pun keluar. "makanya gue pinjem celana & butuh bantuan lo."
"bantuan gue?"
"Iya." jawab V sambil nyeret si Kiki. "Lu tunggu sini. Lu liat kiri kanan. Jangan sampe ada yg ngeliat gue. Lu ngerti?" perintah V.
"Eh, V. Lu beneran mo manjat, nih?" tanyanya begitu V naik ke tembok bak kecil yg bersebelahan ma tembok halaman rumah v.
"Iya lah. Makanya lu jaga yg bener sana."
Untungnya jalan lagi sepi en ga da yg lewat, jadi V bisa manjat dengan tenang. Setelah mendarat dengan selamat, V pun ngebersihin rok V.
"thanks ya, ki. Ntar celananya gue balikin."
"Ya. Untung za ga da yg mergokin lo. Kalo iya, pasti lo dah disangka maling."
V pun ngacir ke rumah setelah nyengir dulu ma si kiki. Bener juga yg dibilang si kiki. Kalo ga, abis dah V digebukin masa. Padahal V kan dikenal sebagai anak baik *jangan nyuri trademark tobi! Tobi akatsuki pun ngamuk. V cuma nyengar-nyengir geje*. Mau ditaro dimana muka V ntar.
Sambil mikir kayak gitu, V pun ngeraih knop pintu. Dan ternyata sodara-sodara, PINTUNYA GA DIKUNCI!
Dgn terheran-heran, V pun masuk terus naek ke lantai 2, dimana kamar V berada. Dan mata V serasa mo loncat begitu ngeliat ruang keluarga yg ada di depan kamar V.
"Bapak ngapain?" tanya V cengo ngeliat bapak v yg lagi nonton tv.
"Nonton tv."
"Terus kenapa gerbang dikunci?"
"Ya, sengaja. biar orang ga sembarangan masuk."
"Tadi denger ga V ngegedor gerbang sambil tereak-tereak?"
"Mang tadi bangun jam berapa?"
"jam 9."
V pun muterin kepala V, ngeliat jam dinding. Jam 11.
V pulang dari skul jam 9. Paling 20 menitan dah nyampe rumah. Ke rumah uwa paling 5 menit. Baru gedar-gedor sambil tereak-tereak kayak yg kesetanan. Dan diliat dari keadaannya, ni orang kayaknya belom mandi.
Terus ngapain V tadi tereak-tereak sampe pita suara nyaris putus?
Senin, 21 Juni 2010
Hajimemashite...!
*Lirik kanan kiri, atas bawah, depan belakang*
Ga ada orang... pada kemana, ya? *pose conan mikir*
Oya, lupa...
baru tune in sih di dunia kayak gini. Jadi masih kosong, belom ada orangnya...
enaknya ngapain dulu, ya...???
ah, perkenalan aza deh dulu...
HAJIMEMASHITE...
Watashi wa Shieldzu desu...
lengkapnya Shieldz V. Heart...
tapi biasanya tergantung mood sih, jadi kadang-kadang nama belakangnya suka gonta-ganti seenak jidat... *ditimpuk karena ga konsisten* ya, namanya juga gejolak kawula muda... *club 80 konser*. tapi yg abadi sih yg Shieldz V. Heart itu...
So, kenapa Shieldz is Vhie namanya?
Karena aku orangnya setia *disorakin se-tegal lega*, jadi seenggaknya mau tetep setia ma nama asli. lagian ngedenger satu huruf itu diucapin, (emang bener V khan cuma satu huruf) rasanya gimana gitu, ya... hehehe... ^_^
so, apa aza isi blog kagak jelas ini...???
ya, tentu aza curhatan Vhie. baik soal cinta, kerjaan, belajar ma anime (ini sih yg paling penting. hehehe...). ya, walo harus Vhie akuin Vhie jarang banget kemana-mana, seenggaknya ada-lah beberapa hal yg pengen Vhie sharing...
dan bentuknya bisa aza. example puisi, prosa, cerpen, novelet, novel (sok diborong, padahal mah kadang suka nggak bisa ngebedain) ato cuma curhatan gaje doang...
en kalo kamu boring ngeliat curhatan ga jelas ini, boleh kok, diizinkan dengan tetesan air hujan dan hati seluas lapangan sepak bola buat nge-klik tombol back & nyari blog yg laen... *Sok Lo! padahal mah tuh air mata udah se bak mandi*
dah ah, perkenalannya segini dulu...
capek Vhie ngetiknya *Alah, itu mah lo-nya aza yg malez*. kapan-kapan dilanjutin lagi, ya...
Ja ne...
Ga ada orang... pada kemana, ya? *pose conan mikir*
Oya, lupa...
baru tune in sih di dunia kayak gini. Jadi masih kosong, belom ada orangnya...
enaknya ngapain dulu, ya...???
ah, perkenalan aza deh dulu...
HAJIMEMASHITE...
Watashi wa Shieldzu desu...
lengkapnya Shieldz V. Heart...
tapi biasanya tergantung mood sih, jadi kadang-kadang nama belakangnya suka gonta-ganti seenak jidat... *ditimpuk karena ga konsisten* ya, namanya juga gejolak kawula muda... *club 80 konser*. tapi yg abadi sih yg Shieldz V. Heart itu...
So, kenapa Shieldz is Vhie namanya?
Karena aku orangnya setia *disorakin se-tegal lega*, jadi seenggaknya mau tetep setia ma nama asli. lagian ngedenger satu huruf itu diucapin, (emang bener V khan cuma satu huruf) rasanya gimana gitu, ya... hehehe... ^_^
so, apa aza isi blog kagak jelas ini...???
ya, tentu aza curhatan Vhie. baik soal cinta, kerjaan, belajar ma anime (ini sih yg paling penting. hehehe...). ya, walo harus Vhie akuin Vhie jarang banget kemana-mana, seenggaknya ada-lah beberapa hal yg pengen Vhie sharing...
dan bentuknya bisa aza. example puisi, prosa, cerpen, novelet, novel (sok diborong, padahal mah kadang suka nggak bisa ngebedain) ato cuma curhatan gaje doang...
en kalo kamu boring ngeliat curhatan ga jelas ini, boleh kok, diizinkan dengan tetesan air hujan dan hati seluas lapangan sepak bola buat nge-klik tombol back & nyari blog yg laen... *Sok Lo! padahal mah tuh air mata udah se bak mandi*
dah ah, perkenalannya segini dulu...
capek Vhie ngetiknya *Alah, itu mah lo-nya aza yg malez*. kapan-kapan dilanjutin lagi, ya...
Ja ne...
Langganan:
Postingan (Atom)