Curhatan zaman jadul. Nggak usah terlalu di bahas. Just read & enjoy the atmosphere...
--------------------------------------------------------------
Terkadang ada orang yg lebih mencintai kesendirian daripada keramaian…
Terkadang ada orang yg lebih menyukai diam daripada bicara…
Namun bagaimana jika ada orang yg lebih mencintai keramaian tapi selalu berada dalam kesendirian…
Namun bagaimana jika ada orang yg ingin bicara namun selalu terjebak dalam diam…
Adakah kau mengerti perasaan itu?
Adakah kau merasakan adanya ia?
Adakah kau tahu kalau itu benar-benar ada?
Bukannya ia sombong…
Bukannya ia keras kepala…
Bukannya ia egois…
Bukannya ia seperti yg kau pikirkan…
Namun terkadang ada beberapa hal yg tak bisa meluncur bebas dari mulutnya yg suka kau nilai bermulut tajam itu…
Karena kadang lidahnya kelu utk mengungkapkan apa yg ada dalam hatinya…
Karena kadang dia tidak ingin melukai orang yg mereka nilai telah melukai mereka lebih dalam…
Karena kadang dia memang tak pandai merangkai kata dgn mulutnya…
Karena kadang dia lebih suka merangkai kata dgn tulisan yg dinilai bisa lebih menerima apapun yg dia katakan & tanyakan walau dia tahu media yg dia gunakan tidak bisa menanggapi atau pun menjawab semua kata & tanyanya…
Karena kadang ia tak selalu sama dgnmu…
Karena kadang walau dia selalu berusaha menyesuaikan diri dgn lingkungannya, dia selalu merasa tidak diterima…
Karena kadang dia selalu merasa tidak pantas berada didekatmu atau siapapun…
Karena kadang itulah yg diajarkan padanya…
Karena kadang itulah sikap yg selalu dia lihat dari keluarganya…
Hingga dia tidak tahu…
Hingga dia tidak peka…
Hingga dia buta…
Hingga dia tuli…
Hingga dia tak mengerti dgn apa yg sebenarnya terjadi…
Dia selalu saja bertanya…
Kenapa dia seperti ini…
Kenapa dia seperti itu…
Kadang dia selalu iri…
Ingin seperti orang lain…
Ingin sepertimu…
Namun ia sadar, ia tak bisa…
Karena jaraknya & kau terlalu jauh…
Karena latar belakangnya & kau terlalu jauh berbeda…
Karena pola pendidikan yg diterapkan keluarganya & kau berbeda…
Karena terlalu banyak perbedaan yg tak bisa dia ungkapkan & lebih memilih utk memendamnya karena dia tak pernah tahu akan pada siapa ia mengungkapkan semua keresahan hatinya karena ia sudah tak memiliki rasa kepercayaan pada orang setelah rasa percayanya dikhianati oleh temannya yg lain…
Dan apakah kau mengerti?
Dan apakah kau bisa merasakannya?
Dan apa yg kau katakan apabila kau tahu apa yg sebenarnya terjadi padanya…
Dan apa yg kau pikirkan apabila kau tahu apa yg sebenarnya terjadi padanya…
Masihkah kau berpikir kalau ia tak pernah mau mengerti semua tentangmu?
Masihkah kau berpikir kalau ia tak punya perasaan saat ia menyakiti hatimu?
Masihkah kau berpikir kalau hatinya terbuat dari batu saat kau menilainya telah mengkhianati persahabatannya denganmu?
Masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat ia lebih memilih kesendirian daripada kembali bersamamu atau bersama yg lain hanya utk menyakiti hatimu lagi utk ke sekian kalinya?
Masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat ia lebih memilh menutup pintu hatinya & tak terlalu dekat dgn orang lain jika hal yg sama akan terjadi kembali pada orang yg disayanginya bagai saudara sendiri itu?
Masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat dia lebih memilih mati daripada terus menerus mendengar kau & orang-orang yg selalu kau sebut sahabatmu selalu menyudutkannya padahal dia tak menyudutkanmu karena dia menyayangimu?
Masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat dia lebih memilih diam & menjauhi orang lain daripada melihatmu membicarakan kesalahannya pada semua orang yg kau kenal?
Dan masihkah kau berpikir seperti yg kau pikirkan saat dia memilih membunuh dirinya sendiri daripada melihatmu & orang-orang yg kau anggap sahabatmu itu terluka lagi karenanya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar